Home / Berita Bola / Edinson Cavani Pandang Rasialis FA Inggris

Edinson Cavani Pandang Rasialis FA Inggris

Edinson Cavani Pandang Rasialis FA Inggris – Perikatan Pemain Sepakbola Uruguay (AFU) memperlancarkan kritikan keras terhadap FA Inggris. Hal tersebut dipecut dari sangsi terhadap Edinson Cavani yang dipandang rasialis.

Penyerang Manchester United itu dipastikan bersalah oleh Liga Sepakbola Inggris (FA). Cavani memanfaatkan kata ‘Negrito’ dalam posting di tempat sosialnya di bulan saat lalu.

Meskipun sebenarnya, Cavani tidak punya tujuan mengejek. Ia malahan memanfaatkan kata itu buat menegur beberapa orang yang memberikan selamat kepadanya, usai jadi penentu kemenangan MU 3-2 atas Southampton. Ia sewaktu itu membuat 2 gol, diantaranya berlangsung waktu injury time.

Di Uruguay atau Amerika Latin, kata ‘Negrito’ biasa digunakan buat menegur orang dekat. Tapi, Cavani selalu bersalah lantaran dipandang tidak menempatkan diri dengan budaya dan kultur sepakbola Inggris, yang membagi kata itu menjadi olokan terhadap penduduk kulit hitam.

Karena itu, hukuman tampil sekitar tiga pertandingan dijatuhkan padanya. Eks penyerang Paris Saint-Germain itu terpaksa sekali perpanjang waktu liburannya diawalnya tahun, dan anyar dapat tampil kembali waktu menantang Burnley di Liga Inggris di 13 Januari 2021.

Faksi AFU tidak puas dengan ketentuan FA Inggris. Lewat info reporter yang dibagikannya melalui Twitter, AFU malahan terasa FA Inggris yang udah lakukan tindakan rasialis lantaran secara tidak langsung merendahkan budaya negara lain.

“Kami mesti mengazab aksi sembarangan Perikatan Sepakbola Inggris. Jauh dari mengazab rasisme, FA Inggris sendiri sudah lakukan tindakan diskriminatif pada budaya dan metode hidup penduduk Uruguay,” begitu pengakuan dari info AFU.

“Sangsi itu memperlihatkan penglihatan bias, normatis, dan etnosentris FA Inggris yang memungkinkannya terjadinya interpretasi subyektif terhitung ringkasan secara spesial, betapapun cacatnya itu.”

“Edinson Cavani tak pernah lakukan tindakan apa saja yang bisa disimpulkan menjadi rasisme. Ia cuman memanfaatkan pernyataan umum di Amerika Latin buat menegur orang yang disayangi atau sobat dengan hangat.”

“Untuk semuanya fakta yang diterangkan awal mulanya, kami mengharap FA buat selekasnya meniadakan sangsi yang dijatuhkan di Edinson Cavani, kembalikan nama baik dan nama baiknya yang sudah ternodai secara tidak adil di depan dunia oleh ketentuan jelek ini.

“Kami menjelaskan jika pengartian yang berada pada kepala beberapa FA Inggris yakni aksi yang betul-betul diskriminatif, yang paling jelek dan berlawanan dengan budaya Uruguay. (FA) bukan cuma beri hukuman seorang, dan juga semuanya budaya kami, metode hidup kami, yang betul-betul adalah aksi diskriminatif dan rasisme,” tutup info AFU.

About penulis77