Faktor Ekonomi Jadi Alasan Ibu Bunuh Bayi Baru Lahir

Faktor Ekonomi Jadi Alasan Ibu Bunuh Bayi Baru Lahir – Seseorang ibu di Nganjuk harus punyai urusan dengan polisi karena membunuh bayi yang dilahirkannya. Wanita berinisial SMT (27), masyarakat Kelurahan Payaman, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk itu tega menghabisi nyawa bayinya sebab unsur ekonomi.

“Hasil dari penyidikan kita dengan kontrol beberapa saksi, disangka karena unsur ekonomi sampai aktor tega membunuh bayinya,” jelas Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta pada wartawan waktu launching di kantornya, Jumat (9/8/2019).

Fakta unsur ekonomi itu, kata Dewa, didapati sebab sekarang sang suami cuma kerja jadi juru parkir. Diluar itu, lanjut Dewa, SMT telah mempunyai satu anak yang baru berusia empat tahun.

“Aktor ini suaminya cuma kerja jadi juru parkir dengan hasil dipandang belum memenuhi. Lebih anak pertama baru berusia empat tahun,” tuturnya.

SMT, Ibu yang tega membunuh anak kandungnya itu, awalannya didapati oleh faksi RSUD Nganjuk, waktu dibawa sang suami berobat. Waktu kontrol di RSUD, dokter lihat ada keganjilan ditemukannya ari-ari pada perut terduga.

“Jadi faksi RSUD temukan ada keganjilan penemuan ari-ari di perut korban. Lalu dokter mengontak kami (polisi) untuk menolong mencari keraguan di dalam rumah aktor,” kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas.

Nikolas menjelaskan aktor sembunyikan bayi wanita yang dilahirkannya dibawah kolong tempat tidur. Bayi dengan berat 2,87 gr serta panjang 53 cm. diketemukan dengan keadaan ada tali plastik warna putih di leher serta dimasukkan dalam tas kain warna coklat.

Sekarang wanita yang akui cuma untuk ibu rumah-tangga, itu mendekam di sel tahanan Polres Nganjuk. Aktor terancam hukuman optimal 15 tahun penjara atas masalah 80 ayat 3 UURI nomer 35 tahun 2014 mengenai perlindungan anak. Atau masalah 341 KUHP dalam masalah kekerasan pada anak serta atau mungkin dengan menyengaja hilangkan nyawa bayinya.