Gubernur Jateng Sidak Di kantor P Dan K

Gubernur Jateng Sidak Di kantor P Dan K – PPDB online SMA serta SMK dengan metode zonasi nyata-nyatanya tak bikin sekolah di pinggir digemari. Soal lantas tampak dimulai dari ‘pemalsuan’ surat info berada (SKD) sampai human error.

Pendaftaran PPDB online SMA serta SMK Negeri di Jawa Tegah udah tuntas serta masih tinggal 4. 527 bangku kosong di SMA negeri serta 3. 369 bangku kosong di SMK negeri. Banyaknya itu memang mengalami penurunan dari tahun tempo hari ialah SMA 7. 078 bangku kosong serta SMK ada 5. 194 bangku kosong.

” Tak semua sekolah tercukupi. SMA masih ada seats 4. 527 belum terisi, ” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo selesai sidak di kantor Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Jateng, Jalan Pemuda, Semarang, Senin (8/7/2019) .

Sekretaris Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Jawa Tengah, Sulistyo mengemukakan salah satunya argumen SMAN tak terpeuhi jatahnya lantaran tempatnya ada di pinggir kabupaten.

” Kekosongan di SMA itu tempatnya di pinggir serta pendaftar maunya ditengah-tengah kota. Bila SMK itu berkenaan jurusan, penggemarnya dikit, ” kata Sulistyo.

Dan argumen yang lain bangku di SMA kosong ialah di wilayah peminat sekolah ke SMK tambah banyak. Salah satunya perumpamaannya di Kabupaten Purworejo yg masih tersisa 281 bangku kosong di SMA Negeri.

” Tidak hanya itu Madrasah Aliyah swasta kebanyakan miliki ponpes, sampai santrinya hampir pastinya masuk madrasah itu, setelah itu sekolah swasta kebanyakan membuka lebih dini tiada zonasi sampai banyak siswa yg udah masuk ke sekolah itu, ” kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Purworejo, Padmo Sukoco.

Mengenai sekolah di Purworejo yg masih kekurangan siswa dari jatah yg disajikan salah satunya SMAN 3 kekurangan 1 siswa, SMAN 4 kekurangan 78 siswa, SMAN 6 kekurangan 28 siswa, SMAN 8 kekurangan 29 siswa, SMAN 9 masih kurang 95 siswa, SMAN 10 kurang 20 siswa serta SMAN 11 kekurangan siswa beberapa 30 orang.

Berkenaan ada bangku kosong itu, Ganjar Pranowo bakal menyelenggarakan rapat buat paham adakah peluang yg belum masuk di sekolah negeri dapat ditawari peluang duduk di bangku kosong itu. Akan tetapi Ganjar mengaku sekolah yg jatahnya belum terisi itu tempatnya jauh.

” Jadi pengin merapatkan, namun ini jaraknya jauh lho, bila asal pengin negeri, ” pungkas Ganjar.

Berkenaan adakah peluang PPDB gelombang ke dua buat isikan bangku kosong itu, menurut Ganjar hal semacam itu akan tidak dilaksanakan. ” Tak ada gelombang-gelombangan, ” tegasnya.

Poitisi PDIP itu mengatakan bakal pikirkan jalan keluar berkenaan transportasi ke sekolah satu diantaranya dengan bis sekolah atau memafaatkan Trans Jateng untuk siswa yg masih dapatkan sekolah yg jauh. Dan untuk siswa yang wajib sekolah di swasta, Ganjar memperingatkan dapat ajukan beasiswa ke Pemprov Jateng.

” Namun ketentuannya (beasiswa) buat keluarga yg tak bisa. Info tak bisa itu akan juga kami cek kebenarannya melalui kelurahan, ” pungkas Ganjar.

Pelbagai keluh kesah memang ada dari orang-tua siswa yg mendaftarkan melalui PPDB Online. Bahkan juga sekian kali Gajar layani sendiri keluh kesah orang-tua yg ada ke kantor Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Jateng.

Dia mengaku metode pada PPDB Online SMA 2019 ruwet. Pemrpov Jateng lantas udah berusaha biar proses PPDB Online berjalan mulus, namun tetap juga terdapat banyak protes yg ada.

” Kita dengarkan semua protes yg ada. Dengan metode ini, metode ini ruwet, tak ringan. Kami di wilayah coba menafsirkan, ” katanya.

Pemprov Jateng, lanjut Ganjar, udah mengusahakan memohon izin ke Kemendikbud buat melakukan revisi peraturan PPDB SMA dengan metode zonasi. Hasilnya rasio jatah semakin bertambah buat arah prestasi.

” Alhamdulillah dari rasio, kementerian menginzinkan jatah ditambah, terpenting arah prestasi, cukup. Namun endingnya kurang, ” pungkasnya.

Di Jawa Tengah, jatah zonasi murni yaitu 60 prosen, prestasi dalam zonasi 20 prosen, prestasi luar zonasi 15 prosen, serta perpindahan pekerjaan orang-tua 5 prosen. Ganjar mengatakan masih ada yg memakai jatah 5 prosen itu dengan surat info berada (SKD) yg tidak pas sampai mesti dicoret.

Sekurang-kurangnya ada 96 pendaftar yg dicoret lantaran SKD abal-abal lantaran tidak pas syarat-syarat. Ganjar menyatakan apabila SKD pendaftar didapati punyai masalah disaat siswa udah diterima, jadi terpaksa dikeluarkan.

” Maaf yg pakai SKD tak benar, palsu persiapan mencari sekokah, ” kata politikus PDIP itu.

Human error pernah juga berlangsung dalam metode ini, ialah disaat ada pendaftar dari Kota Semarang malahan terlempar ke Wonogiri. Menurut Ganjar hal semacam itu langsung sudah diselesaikan.

” Saya terkejut bab yg terlempar ke Wonogiri, infonya serem sekali. Itu udah dikembalikan ke urutan awalnya, tak sedramatis yg didiskusikan. Memang beberapa waktu berlangsung human error, ” jelas Ganjar.

Ganjar lantas memohon semua protes sebisa-bisanya diselesaikan lekas termasuk juga penduduk yg mengerang melalui social media. Dia mengharapkan kala pengumuman tak lagi ada soal.

Skedul Pendaftaran PPDB online SMA serta SMK Negeri di Jateng udah selesai tanggal 5 Juli 2019. Ini hari sebagai waktu pengumuman penerimaan dengan batas waktu sampai waktu 23. 55 WIB. Beikutnya pendaftaran kembali di sekolah diterima tanggal 10-11 Juli 2019 waktu 08. 00 – 13. 00 WIB