Mabuk Serta Ngamuk Di Pesawat, Model Australia Dihukum Percobaan Di AS

Mabuk Serta Ngamuk Di Pesawat, Model Australia Dihukum Percobaan Di AS – Seseorang mode asal Australia diadili sebab mengamuk dalam pesawat yg sedang mengudara ke arah Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Minggu ini, mode berumur 25 tahun ini dijatuhi hukuman uji-coba saat tiga tahun.

Seperti diberitakan AFP, Selasa (16/7/2019), mode bernama Adau Mornyang (25) ini menyerang seseorang awak pesawat serta lemparkan makian dalam kondisi mabuk waktu terbang dari Melbourne, Australia ke arah ke Los Angeles pada 21 Januari waktu lalu.

Dalam sidang ketetapan yg diselenggarakan di Los Angeles pada Senin (15/7) waktu ditempat, hakim pengadilan federal, Cormac Carney, menjatuhkan hukuman tiga tahun uji-coba pada Mornyang. Tak cuma itu, hakim menyebutkan jika mode itu hendaknya merampungkan kerja service penduduk (community service) saat 100 jam.

Mornyang diminta untuk jalani konseling masalah kesehatan mental serta suka alkohol.

Mode yg tukar ke Australia dari Sudan Selatan saat berumur 10 tahun ini, dijatuhi hukuman denda sebesar US$ 2 ribu (Rp 27,4 juta) oleh pengadilan federal Los Angeles. Tetapi hukuman denda ini dihapus sebab Mornyang tak miliki kebolehan untuk membayar denda itu.

Peristiwa yg menyeret Mornyang ke pengadilan ini bermula waktu ia banyak mengkonsumsi minuman terkandung alkohol dalam penerbangan rute Melbourne-Los Angeles pada 21 Januari lalu, sampai membuat penumpang yang lain memberikan laporan dirinya sendiri ke awak pesawat.

Seseorang pramugara mengusahakan beri salam Mornyang, tetapi ia jadi menamparnya. Mornyang menampar beberapa penumpang yang lain hingga ia harus ditangkap oleh air marshall atau petugas keamanan dalam pesawat.

Dalam persidangan, Mornyang yg sudah sempat jadi finalis kontes kecantikan Miss World Australia 2017 ini, memberikan pengakuan sembari berlinang air mata di pengadilan. Diakuinya dirinya sendiri rasakan malu atas perbuatannya waktu itu serta menyebutkan saat ini sedang ikuti terapis untuk suka alkohol.

“Tak ada manusia yg harusnya mengemukakan perihal yg saya katakan waktu itu. Saya sudah melaksanakan kekeliruan besar sebab suka alkohol yg saya alami,” katanya.

Jaksa mulainya tuntut hukuman sebulan penjara serta status tahanan rumah saat tiga bulan untuk Mornyang. Tetapi hakim Carney menyebutkan kepercayaannya jika Mornyang tak harusnya dibui serta ia memperhitungkan kisah Mornyang yg sempat jadi korban ‘kekerasan seksual, kekerasan fisik serta verbal’.

Didapati jika Mornyang jadi perhatian publik tahun 2017 lalu waktu ia bicara lewat live-streaming di Facebook masalah kisahnya jadi korban pemerkosaan saat waktu remaja serta didesak tidak untuk melapor ke faksi berotoritas.

Dengan terpisah, jubir Kantor Jaksa AS di Los Angeles menyebutkan Mornyang akan dideportasi dari AS, tetapi ia harus mengakhiri kerja service penduduk lebih dulu.