Warga Ingin Pabrik Pastikan Olah Sesuai Prosedur

Warga Ingin Pabrik Pastikan Olah Sesuai Prosedur – Penduduk serta Pemerintah Desa Klepu di Kabupaten Semarang memprotes bab pencemaran kotoran di Sungai Sikendil serta Selilin. Pabrik yg ada di daerah itu menjelaskan pemrosesan kotoran udah sesuai sama proses serta teruji.

Salah satunya pabrik ialah PT Java Egg Specialities (PT Jess) menjelaskan proses pemrosesan kotoran udah menaati peraturan dari pemerintah. Faksinya menanggung punyai data valid dari hasil uji laboratorium pada kotoran pabrik itu.

” 1bulan sekali kotoran dari perusahaan kami senantiasa di-test oleh Laboratorium Sucovindo. Hasilnya pun sama dengan baku kwalitas serta peraturan yg diputuskan oleh pemerintah, ” papar Quality Assurance PT Jess, Adhelinika Priharum Malinda, Selasa (9/7/2019) .
Quality Assurance PT Jess, Adhelinika Priharum MalindaQuality Assurance PT Jess, Adhelinika Priharum Malinda Poto : Aji Kusuma/detikcom

” Jadi bila ada kotoran berlendir serta hitam pekat itu tidak dari perusahaan kami, ” tegas Adhel kala diwawancarai detikcom, di Kantor PT Jess Jalan Dharmawangsa 76 Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Bacalah juga : Iyuh. . . Air Sungai di Semarang Ini Hitam serta Berlendir lantaran Kotoran

Dia memberi tambahan, sekarang penduduk diperlukan edukasi terkait proses pemrosesan kotoran di PT Jess. Hal semacam itu dia jabarkan biar tak ada lagi pendapat kalau perusahaan pengolah telur cair itu membuahkan kotoran yg mencemari sungai Sikendil serta Selilin.

” Kami terbuka untuk penduduk yg ingin menyaksikan proses pemrosesan kotoran di tempat ini. Bahkan juga dalam ide kedepan, perusahaan kami akan juga menempatkan prinsip zero waste atau mungkin tidak membuahkan kotoran apa pun dalam proses produksi. Akan tetapi sekarang, proses yg kami melakukan yaitu mengusahakan maksimum biar kotoran yg kami hasilkan berubah menjadi bening atau mungkin tidak berwarna, ” jelas Adhel.

” Proses pemrosesan kotoran kami ini sungguh-sungguh sesuai sama peraturan. Bahkan juga pada bagian akhir penampungan, kami berniat menaruh ikan, perihal ini jadi bukti kalau air kotoran kami tak beracun atau mempunyai kandungan lendir serta berwarna hitam, ” ujarnya.

Dia mengharapkan pemerintah dengan cara terbuka melaksanakan uji laboratorium pada semua perusahaan di lokasi Ngempon. Dari usaha itu dikehendaki kedepannya bakal diketemukan sumber soal dari pencemaran sungai Sikendil serta Selilin.

” Kami menanggung bukan kotoran kami yg mengotori sungai Sikendil serta Selilin. Akan tetapi kami tidak juga menuding perusahaan lain, itu yaitu kekuasaan pemerintah buat mencoba serta mengawasi proses pemrosesan kotoran di semasing perusahaan. Kami tak dapat bermain-main dengan kotoran, lantaran tidak cuman pemerintah serta faksi laboratorium, kotoran kami pun dimonitor oleh costumer. Mereka rata-rata perusahaan besar, senantiasa mengawasi proses produksi dari mula hingga akhir, ” tandas Adhel.